Museum

Museum Gedung Sate: Profil Singkat dan Alamat

Museum Gedung Sate terletak di Bandung. Sesuai dengan nama, tempatnya berada di komplek Gedung Sate, tepatnya di bagian timur gedung.

Pameran pada museum ini menekankan teknologi yang interaktif. Dengan adanya Museum Gedung Sate, masyarakat Jawa Barat punya sarana untuk mengetahu sejarah Bandung dan sejarah Jawa Barat secara keseluruhan.

Sumber: akun Youtube Humas Jabar

Sejarah singkat Museum Gedung Sate

Gedung Sate merupakan tempat berkantornya Gubernur Jawa Barat. Gedung ini didirikan pada 27 Juli 1920.  Bandung sendiri awalnya diperuntukkan sebagai pusat pemerintahan Belanda di Indonesia.

Pembangunan Gouvernements Bedrijven diketuai oleh Kolonel V.L. Slors dan anggotanya Ir. J. Berger sebagai arsitek. Juga ada nala Ir. Eh. De. Roo, dan In. G. Hendriks.

Gedung ini dibangun oleh sekitar 2000 pekerja yang telah berpengalaman. Sebelumnya mereka telah membangun Gedung Sirap dan Gedung Papak. Para pekerja berasal dari Kampung Sekeloa, Coblong, Dago, Gandok, dan Cibarengkok.

Gedung ini dirancang dengan campuran gaya neoklasik dan unsur Indonesia, sehingga menghasilkan bangunan yang harmonis antar langgam satu dan lainnya.

Untuk museumnya sendiri diresmikan pada tanggal 8 Desember 2017 oleh Gubernur Jawa Barat saat itu, Ahmad Heryawan.

Alamat

Museum Gedung Sate berlokasi di Jalan Diponegoro No.22, Citarum, Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat.

Lihat Lokasi di Google Maps: Museum Gedung Sate

Jarak tempuh ke museum dari Bandara Husein Sastranegara 5,4 km. Jarak dari Stasiun Bandung 2,9 km, dari Stasiun Kiaracondong 5,2 km, dan dari Terminal Leuwi Panjang sekitar 7,2 km.

Untuk informasi mengenai waktu berkunjung dan harga tiket masuk terbaru, kamu bisa lihat di websitenya: disbudpar.bandung.go.id

Atau Instagram-nya di: @museumgedungsate

Baca Juga: Daftar Lengkap Nama Museum di Indonesia

Baca Juga: Peta Lokasi dan Sebaran Museum di Indonesia

Kamu sudah pernah berkunjung? Tulis review-nya di kolom komentar ya!

Referensi: Buku Katalog Museum Indonesia Jilid I, Kemendikbud

Latest posts by RP Budiman (see all)