<1500, Praaksara

Mengenal 3 Jenis Manusia Purba Indonesia Zaman Praaksara

Jenis manusia purba Indonesia ada beragam. Penelitian tentang manusia purba di Indonesia sendiri sudah dimulai sejak akhir abad ke-19.

Dalam perkembangannya, ditemukan beberapa jenis manusia purba di Indonesia. Setidaknya ada 3 jenis manusia purba Indonesia yang pernah hidup di zaman praaksara.

Jenis Manusia Purba Indonesia

1. Jenis Meganthropus

Meganthropus adalah jenis manusia purba yang ditemukan berdasarkan penelitian dari Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald. Ia merupakan paleontolog dan geolog berkebangsaan Jerman-Belanda.

Von Koenigswald meneliti Situs Purbakala Sangiran pada tahun 1936 dan 1941. Hasilnya yaitu penemuan fosil rahang manusia yang berukuran besar. Setelah direkonstruksi, para ahli kemudian menamakan jenis manusia purba ini dengan sebutan Meganthropus paleojavanicus.

Meganthropus paleojavanicus berarti manusia raksasa dari Jawa. Ciri-ciri jenis manusia purba ini yaitu memiliki rahang yang kuat dan badannya tegap. Manusia jenis Meganthropus diperkirakan mengonsumsi tumbuh-tumbuhan. Secara waktu hidupnya, Meganthropus diperkirakan hidup pada zaman Pleistosen awal.

2. Jenis Pithecanthropus

Jenis manusia Pithecanthropus berdasar pada penelitian Eugene Dubois tahun 1890 di dekat Trinil. Trinil adalah sebuah desa yang terletak di pinggiran Bengawan Solo, di Ngawi, Jawa Timur.

Hasil temuan Dubois kemudian diteliti. Setelah direkonstruksi terbentuklah kerangka manusia, tetapi masih terlihat adanya tanda-tanda kera. Berdasarkan tanda-tanda tersebut, jenis manusia purba ini dinamakan Pithecanthropus erectus. Pithecanthropus erectus berarti manusa kera yang berjalan tegak.

Jenis manusia purba ini juga ditemukan di Mojokerto. Karena lokasinya, jenis tersebut kemudian disebut Pithecanthropus mojokertensis.

Pithecanthropus erectus yang dikenal sebagai rumpun Homo erectus merupakan jenis manusia purba yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Secara waktu hidupnya, Pithecanthropus hidup dan berkembang sektiar zaman Pleistosen tengah.

peta sebaran situs homo erectus
sebaran lokasi situs tempat ditemukannya Homo erectus (Wikimedia Commons/Andrea Jagher)

3. Jenis Homo

Jenis manusia purba Indonesia lainnya adalah Homo. Fosil manusia purba berjenis Homo pertama kali diteliti oleh B.D. van Rietschoten. Ia melakukan penelitiannya di Wajak, sebuah desa di Tulungagung.

Penelitian van Rietschoten tersebut kemudian diteruskan oleh Eugene Dubois dan rekan-rekannya. Hasilnya, mereka menyimpulkan jenis manusia purba ini sebagai jenis Homo.

Ciri-ciri manusia jenis Homo yaitu bermuka lebar, hidung dan mulutnya menonjol. Selain itu, dahi juga masih menonjol meskipun tak semenonjol dahi manusia jenis Pithecanthropus. Secara bentuk fisik, bentuk fisik manusia jenis Homo tak jauh berbeda dengan manusia sekarang.

Manusia jenis Homo diperkirakan berkembang sekitar 40.000-25.000 tahun yang lalu. Mereka tidak hanya tersebar di Kepulauan Indonesia, tetapi juga terdapat di Kepulauan Filipina dan Cina Selatan.

Manusia jenis Homo yang paling mutakhir adalah Homo sapiens yang berarti ‘manusia sempurna’. Sempurna di sini merujuk pada segi fisik, postur badan, dan volume otak yang secara umum tak berbeda jauh dengan manusia modern.

Selain sebagai ‘manusia sempurna’, Homo sapiens juga kadang diartikan sebagai ‘manusia bijak’. Ini merujuk pada respon mereka yang bisa menyiasati tantangan alam dan telah lebih maju dalam berpikir.

Karena bisa berpikir dengan lebih baik inilah maka tak heran jika Homo sapiens bisa menyebar dengan cepat ke berbagai penjuru dunia. Berbeda dengna pendahulunya, Homo erectus.

Menurut para ahli paleoanthropologi ada perbedaan morfologis yang kentara antara keduanya. Secara postur fisik, Homo erectus lebih kekar daripada Homo sapiens. Namun, secara kapasitas otak, Homo sapiens punya kapasitas otak yang jauh lebih besar (rata-rata 1.400 cc). Bandingkan dengan kapasitas Homo erectus yang hanya 1.000 cc.

Manusia Homo di Indonesia

Di Indonesia, beberapa penggolongan manusia Homo sapiens yaitu Homo wajakensis dan Homo floresiensis. Homo wajakensis disebut juga Manusia Wajak, sementara Homo floresiensis disebut juga Manusia Liang Bua.

gua Homo floresiensis di Flores
gua tempat ditemukannya sisa-sisa Homo floresiensis pada tahun 2003, Flores (Wikimedia Commons/Rosino)

***

Indonesia punya sejarah yang panjang. Jenis manusia purba Indonesia meliputi manusia Meganthropus, manusia Pithecanthropus, dan manusia Homo.

Referensi: gambar Canva dan Wikimedia Commons

Latest posts by RP Budiman (see all)