Museum

Museum Bali: Profil Singkat dan Alamat

Bali terkenal dengan kekayaan budayanya. Di antara banyaknya tempat yang menampilkan kebudayaan Bali, salah satunya adalah Museum Bali.

Museum ini memiliki beberapa gedung pameran, yaitu Gedung Tabanan, Karangasem, dan Buleleng. Ketiganya mewakili arsitektur bangunan dari beberapa daerah di Bali. Ada juga Gedung Timur yang lebih baru.

Benda yang menjadi koleksi museum ditata berdasarkan konsep Trimandala. Berdasarkan konsep ini, benda yang bersifat sakral dipisahkan dari benda yang bersifat tidak sakral.

Benda yang bersifat tidak sakral disimpan di Gedung Timur. Koleksinya antara lain berbagai alat batu, perhiasan, sarkofagus, arca, senjata tradisional, parung, dan berbagai lukisan. Berbagai koleksi ini ditampilkan berdasarkan periodisasinya, yaitu era berburu, era bercocok tanam, era perundagian, era Bali Kuno (sebelum kedatangan Majapahit), Bali Pertengahan (era Majapahit) dan Bali Baru (kolonial hingga sekarang).

Untuk yang berkaitan dengan perkembangan kriya tekstil tradisional Bali, koleksinya disimpan di Gedung Buleleng. Koleksi yang dipamerkan antara lain kain polos, kain poleng, kain cepuk, kain songket, kain geringsing, dan lainnya.

Di Gedung Karangasem, tersimpan berbagai koleksi yang berkaitan dengan keperluan ritual. Ritual yang dimaksud adalah Panca Yadnya, yaitu berbagai upacara ritual yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Bali.

Sedangkan untuk koleksi benda-benda yang bersifat sakral disimpan di Gedung Tabanan. Koleksi sakral tersebut antara lain perangkat-perangkat ritual yang masih ada di tengah masyarakat hingga sekarang, seperti barong, rangda, dan perangkat tari tradisional (tari baris, tari calon arang, tari sanghyang dedari, tari tamiang magoret).

Sejarah singkat Museum Bali

Museum Bali awalnya merupakan museum etnografi yang didirikan oleh W.F.J. Kroon, asisten residen untuk Bali Selatan, pada 1910. Kroon mendapat usulan dari Th.A. Resink.

Tujuan pendirian museum adalah untuk menjaga kebudayaan dan kerajinan asli Bali agar tidak hilang diburu kolektor mancanegara. Maklum saja, kebudayaan Bali memang terkenal dengan daya pikatnya.

Untuk mendirikan museum ini, Kroon kemudian meminta Kurt Gundler untuk mendesain bangunan museum. Kurt Gundler adalah seorang arsitek asal Jerman yang sedang ada di Bali.

Gundler bekerja sama dengan para bangunan ahli tradisional Bali (undagi) seperti I Gusti Ketut Rai dan I Gusti Ketut Gede Kandel. Para undagi mendirikan bangunan museum mengikuti prinsip tata bangunan tradisional Bali atau dikenal dengan Lontar Asta Kosala Kosali.

Museum ini diresmikan pada 8 Desember 1932 dengan nama Bali Museum.

Alamat

Museum Bali berlokasi di Jalan Mayor Wisnu No. 1, Dangin Puri, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali.

Lihat Lokasi di Google Maps: Museum Bali

Jarak tempuh Museum Bali dari Bandara Ngurah Rai sekitar 16,2 km.

Untuk informasi terbaru mengenai acara dan programnya, kunjungi akun Instagram: @sahabatmuseumbali

Baca Juga: Daftar Lengkap Nama Museum di Indonesia

Kamu sudah pernah berkunjung? Tulis review-nya di kolom komentar ya!

Referensi: Buku Katalog Museum Indonesia Jilid II, Kemendikbud | Indonesia Kaya

Latest posts by RP Budiman (see all)