Metode Sejarah, Teori

10+ Ilmu Bantu Sejarah yang Digunakan Menguak Tabir Masa Lalu

Apakah kamu pernah membayangkan bagaimana sejarawan mengetahui kejadian ratusan bahkan ribuan tahun lalu? Sejarah bukan hanya tentang menghafal nama raja atau tanggal perang, lho. Menulis sejarah itu mirip dengan kerja seorang detektif. Sejarawan harus mengumpulkan bukti dan memecahkan teka-teki masa lalu dengan bantuan sederet ilmu bantu sejarah.

Ilmu bantu sejarah ini digunakan untuk menganalisis peristiwa di masa lalu agar mudah dimengerti. Ilmu-ilmu ini membantu sejarawan menyusun cerita yang akurat. Dengan begitu, buku atau tulisan sejarah bisa tersaji dengan benar. Apa saja ilmu-ilmu yang biasa digunakan untuk membantu dan membedah penelitian sejarah? Ini ulasannya!

Ilmu Bantu Sejarah

1. Antropologi

Antropologi adalah ilmu yang mapan. Ilmu ini mempelajari manusia dan kebudayaannya secara luas. Antropologi melihat bagaimana manusia beradaptasi dengan lingkungannya. Ilmu ini membantu menjelaskan perkembangan pola pikir manusia.

Sejarawan menggunakan antropologi, salah satunya, untuk memahami sistem kepercayaan. Kita jadi tahu mengapa nenek moyang melakukan ritual tertentu. Antropologi dalam sejarah membuat uraian kisahnya menjadi lebih hidup.

2. Arkeologi

Arkeologi adalah ilmu yang mengkaji benda-benda kuno. Benda-benda ini disebut sebagai artefak. Beberapa contohnya adalah alat batu, gerabah, dan perhiasan. Arkeologi membantu sejarawan saat sumber tulisan tidak ditemukan.

Lewat hasil kajian para arkeolog, sejarawan bisa mengetahui cara hidup masyarakat yang tidak meninggalkan sumber tulisan. Untuk mendapatkan data, para arkeolog melakukan penggalian di dalam tanah. Mereka mencari sisa-sisa bangunan atau permukiman lama. Hasil temuan mereka inilah yang bercerita tentang cara hidup masyarakat kuno.

3. Ilmu Bantu Sejarah berikutnya adalah Epigrafi

Epigrafi merupakan salah satu cabang dari ilmu arkeologi. Epigrafi khusus mempelajari tulisan pada benda keras. Contoh benda keras ini adalah batu atau logam. Tulisan di atas batu sering kita sebut sebagai prasasti.

Kerajaan-kerajaan era Hindu dan Buddha biasanya meninggalkan banyak prasasti. Prasasti biasanya berisi keputusan raja atau doa. Epigrafi membantu menentukan usia prasasti tersebut sehingga bisa membantu menentukan perkiraan usia sebuah kerajaan.

4. Etnografi

Etnografi adalah ilmu tentang kehidupan suku bangsa. Ilmu ini mempelajari adat istiadat dan kebiasaan suatu kelompok. Sejarawan menggunakannya untuk memahami aspek sosial masyarakat.

Budaya yang masih ada sekarang seringkali berasal dari masa lalu. Etnografi membantu menjelaskan alasan di balik tradisi tertentu. Secara tak langsung, ilmu ini menghubungkan masa lalu dengan kehidupan modern.

5. Filologi

Filologi adalah ilmu yang mempelajari naskah-naskah kuno. Fokus utamanya terletak pada pemahaman bahasa dan sastra dalam naskah tersebut. Filologi membantu mengungkap nilai budaya dalam karya tulis.

Naskah sering disalin berulang kali selama ratusan tahun. Filologi bertugas mencari naskah yang paling asli atau benar. Dengan begitu, informasi sejarah tidak akan salah ditafsirkan.

6. Genealogi

Genealogi adalah ilmu tentang asal-usul keluarga atau silsilah. Dalam sejarah, ilmu ini membantu menyusun dan memastikan daftar keturunan para raja. Sejarawan juga menggunakannya untuk memahami hubungan antar tokoh sejarah.

Silsilah sangat penting dalam sistem kerajaan. Kita bisa tahu siapa yang berhak menjadi pemimpin selanjutnya. Genealogi menjaga urutan waktu sejarah tetap jelas.

7. Geografi

Geografi mempelajari lokasi dan lingkungan alam. Sejarah sangat dipengaruhi oleh tempat kejadian. Misalnya, kerajaan besar biasanya muncul di dekat sungai atau pantai. Dengan memahami geografi, teka-teki kondisi alam di masa lalu bisa dipecahkan.

8. Ikonografi

Ikonografi adalah ilmu yang mengidentifikasi dan menginterpretasikan isi gambar, simbol, atau motif visual lainnya. Dalam sejarah, ikonografi bisa digunakan untuk mempelajari arca atau patung. Setiap patung biasanya memiliki simbol-simbol tertentu. Dengan ikonografi, sejarawan bisa mengetahui, misalnya, agama yang dianut suatu masyarakat dari bentuk patung yang mereka sembah.

9. Keramologi

Keramologi adalah ilmu tentang keramik atau barang pecah belah. Ilmu ini meneliti bahan dan teknik pembuatan piring atau guci.

Dalam penelitian, keramik sering ditemukan di dasar laut atau tertimbun di tanah. Keramik menunjukkan hubungan dagang antarbangsa. Misalnya, penemuan keramik Cina di Jawa membuktikan adanya hubungan internasional. Keramik juga mencerminkan tingkat teknologi masyarakat masa itu.

10. Kimia

Kimia membantu penelitian sejarah dalam menentukan usia benda kuno melalui tes laboratorium. Metode yang digunakan bernama karbon-14 (Carbon-14 atau C-14) yang akurat dalam menentukan umur fosil atau kayu.

Kimia juga bisa membantu membersihkan benda-benda sejarah yang berkarat. Tanpa kimia, banyak benda kuno akan hancur dimakan usia. Ilmu ini adalah pelindung fisik bagi warisan sejarah.

11. Ilmu bantu sejarah berikutnya adalah Numismatik

Numismatik mempelajari mata uang dan medali lama. Mata uang kuno bisa terbuat dari emas, perak, atau perunggu. Dari uang kuno, sejarawan bisa memahami sistem ekonomi masa lalu dan jangkauan perdagangan suatu negara. Gambar pada mata yang kuno berbentuk koin juga menunjukkan identitas pemimpin saat itu. Menurut catatan Encyclopaedia Britannica, koin adalah bukti sejarah yang sangat berharga.

12. Paleografi

Paleografi adalah ilmu tentang tulisan kuno. Banyak naskah lama ditulis dengan huruf yang sulit dibaca. Dengan bantuan ilmu ini, sejarawan bisa membaca naskah kuno tersebut, termasuk teks yang ada di daun lontar atau kulit kayu.

Tujuan utama paleografi adalah memastikan isi tulisan pada naskah itu benar. Sejarawan jadi tahu pesan yang ingin disampaikan penulis di masa lalu. Ilmu bantu sejarah ini sangat penting untuk meneliti tema kerajaan di Indonesia.

13. Paleontologi

Paleontologi adalah ilmu yang mempelajari fosil. Seperti diketahui, fosil adalah sisa-sisa makhluk hidup yang telah membatu. Karena paleontologi, kita mengetahui kehidupan manusia purba. Kita juga bisa belajar tentang hewan dan tumbuhan di masa lalu. Sejarawan menggunakan data ini untuk menyusun perkembangan evolusi.

14. Sosiologi

Sosiologi mempelajari interaksi antar manusia dalam masyarakat. Ilmu ini biasa digunakan oleh sejarawan untuk memahami konflik atau kerja sama di masa lalu. Sosiologi menjelaskan struktur kelas sosial pada zaman dulu. Bagaimanapun, sejarah bukan hanya soal individu, tapi juga soal kelompok yang lebih besar.

15. Statistik

Statistik adalah ilmu tentang data angka. Penelitian sejarah modern sering menggunakan beragam data, seperti data jumlah penduduk, hasil produksi, atau hasil panen tertentu. Statistik membantu sejarawan melihat tren pertumbuhan bidang-bidang tersebut.

Angka-angka ini memberikan bukti yang sangat pasti. Kita bisa membandingkan kemajuan antar zaman dengan lebih objektif. Statistik mengubah tumpukan data menjadi informasi yang berguna.

***

Kedudukan ilmu sejarah dan ilmu bantu lainnya setara dan saling mendukung. Semua ilmu tersebut saling melengkapi satu sama lain.

Penggunaan ilmu bantu sejarah disesuaikan dengan tema penelitian yang sedang digarap. Dengan bantuan ilmu-ilmu ini, kita bisa mengetahui kebenaran masa lalu dengan lebih jelas.